Daftar Bab
-
Bab 1: Pesan dari Masa Lalu 10 KoinBaca
-
Bab 2: Rumah yang Tidak Pernah Dibuka 10 KoinBaca
-
Bab 3: Suara dari Lantai Dua 10 KoinBaca
-
Bab 4: Nama-Nama di Dinding 10 KoinBaca
-
Bab 5: Yang Tidak Pernah Keluar 10 KoinBaca
-
Bab 6: Anak yang Tertinggal 10 KoinBaca
-
Bab 7: Kamar Pertama 10 KoinBaca
-
Bab 8: Yang Tinggal di Bawah Rumah 10 KoinBaca
-
Bab 9: Lelaki Tahun 1948 10 KoinBaca
-
Bab 10: NAMA YANG TERHAPUS 10 KoinBaca
book
Umum
Deskripsi Produk
Di balik bangunan-bangunan tua yang berdiri kokoh dan jalanan yang mulai ditinggalkan, ada sebuah rahasia yang tidak pernah diceritakan oleh penduduk sekitar.
Arga, seorang pemuda yang terbiasa melewati Kota Tua setiap malam, tidak pernah menganggap tempat itu menakutkan. Baginya, jalanan sepi, bangunan tua, dan lampu-lampu jalan yang redup hanyalah bagian dari suasana kota yang sudah lama ditinggalkan.
Namun, suatu malam, kesunyian itu terasa berbeda.
Tidak ada suara kendaraan. Tidak ada suara manusia. Bahkan suara angin pun seolah menghilang. Ketika Arga melewati sebuah rumah tua yang selama bertahun-tahun dibiarkan kosong, ia melihat seseorang berdiri di balik jendela lantai dua.
Sejak malam itu, kejadian-kejadian aneh mulai menghantuinya.
Langkah kaki terdengar mengikuti dari belakang. Bayangan muncul di ujung gang. Pintu rumah yang seharusnya terkunci tiba-tiba terbuka. Dan yang paling mengerikan, Arga menemukan nama-nama orang yang pernah menghilang tertulis di dinding sebuah bangunan tua.
Semakin ia mencari tahu, semakin ia menyadari bahwa Kota Tua menyimpan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar cerita tentang hantu.
Ada sebuah kesunyian yang sengaja dijaga.
Ada sesuatu yang masih menunggu.
Dan setiap orang yang mendengar suara dari balik kesunyian itu mungkin tidak akan pernah kembali menjadi dirinya sendiri.
**Karena di Kota Tua, ketika semuanya menjadi sunyi... jangan pernah menoleh ketika ada yang memanggil namamu.**
Arga, seorang pemuda yang terbiasa melewati Kota Tua setiap malam, tidak pernah menganggap tempat itu menakutkan. Baginya, jalanan sepi, bangunan tua, dan lampu-lampu jalan yang redup hanyalah bagian dari suasana kota yang sudah lama ditinggalkan.
Namun, suatu malam, kesunyian itu terasa berbeda.
Tidak ada suara kendaraan. Tidak ada suara manusia. Bahkan suara angin pun seolah menghilang. Ketika Arga melewati sebuah rumah tua yang selama bertahun-tahun dibiarkan kosong, ia melihat seseorang berdiri di balik jendela lantai dua.
Sejak malam itu, kejadian-kejadian aneh mulai menghantuinya.
Langkah kaki terdengar mengikuti dari belakang. Bayangan muncul di ujung gang. Pintu rumah yang seharusnya terkunci tiba-tiba terbuka. Dan yang paling mengerikan, Arga menemukan nama-nama orang yang pernah menghilang tertulis di dinding sebuah bangunan tua.
Semakin ia mencari tahu, semakin ia menyadari bahwa Kota Tua menyimpan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar cerita tentang hantu.
Ada sebuah kesunyian yang sengaja dijaga.
Ada sesuatu yang masih menunggu.
Dan setiap orang yang mendengar suara dari balik kesunyian itu mungkin tidak akan pernah kembali menjadi dirinya sendiri.
**Karena di Kota Tua, ketika semuanya menjadi sunyi... jangan pernah menoleh ketika ada yang memanggil namamu.**